This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 05 November 2013

Uji Praktikum Larutan Elektrolit Dan Elektrolit

Laporan praktikum
-      Judul praktikum   : Menguji larutan elektrolit dan non elektrolit.
-      Tujuan praktikum : Memperhatikan ada tidaknya gejala yang timbul  
                                        pada larutan elektrolit dan non elektrolit.
-      Dasar teori          : Larutan elektrolit dan non elektrolit.

Alat dan bahan
Alat:
-      2 baterai bekas berukuran besar, dan ambil batang karbonnya.
-      3 baterai baru berukuran besar.
-      1 buah lampu berukuran lampu senter.
-      Kabel berukuran 2 meter di bagi menjadi 2 bagian.
-      8 buah gelas pelastik.
-      8 buah sendok pelastik.
-      Tisu/ kain pembersih.

Bahan:

-      Garam 2 sdm
-      Gula 2 sdm
-      Sabun cuci 2 sdm
-      Sabun mandi cair 2 sdm
-      Pembersih wajah/ penyegar 3 sdm
-      Cuka 20ml (10 sdm)
-      Shampo 1 sachet
-      Alkohol 20ml

Cara kerja:
  1. Rangkailah alat penguji larutan elektrolit dan non elektrolit seperti gambar.
  2. Masukkan bahan – bahan yang akan di uji ke dalam masing – masing gelas pelastik.
  3. Celupkan 2 batang karbon ke dalam masing – masing larutan, amati dan catatlah gejala – gejala yang terjadi pada batang karbon dan lampu.

     Hasil pengamatan:
    • gula: Gelembung tidak ada pada saat kedua batang baterai di pisah.
    • sabun mandi: jika di pisah tidak menyalah dan ada gelembung gas.
    • shampo: jika di pisah tidak menyalah dan ada gelembung gas.
    • pembersih wajah: jika di pisah tidak menyalah dan tidak ada    gelembung gas
    • cuka: jika di pisah tidak menyalah dan ada gelembung gas.
    • garam: jika di pisah tidak menyalah dan ada gelembung gas.
    • alkohol: jika di pisah tidak menyalah dan ada gelembung gas.
    • detergen: ada gelmbung gas, jika di pisah tidak menyalah.
    Kesimpulan:

    -     Garam dapat menghantarkan listrik, sehingga lampu dapat menyala dan adanya gelembung gas. Tapi pada saat kedua barang baterai di pisah lampu menjadi redup, bahkan lampu tidak menyala.
    -     Sifat garam = sifat alcohol.
    -     Sifat shampoo = sifat sabun mandi.

    contoh gambar sebuah rangkaian

                    
                         



     

    Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit

    LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

    Suatu larutan pada umumnya didefinisikan sebagai A. Apakah Larutan Itu?
    Masih ingatkah Anda, apakah larutan itu?
    Tentunya Anda masih ingat bukan? Larutan adalah campuran yang bersifat homogen atau serbasama. Jika Anda melarutkan 2 sendok makan gula putih (pasir) ke dalam segelas air, maka Anda telah mendapatkan larutan gula.
    Cobalah Anda ingat kembali, manakah dari gula dan air yang berperan sebagai zat terlarut dan zat pelarut.
    Di SMP atau bahkan di SD Anda pernah membedakan benda-benda yang dapat menghantarkan listrik atau tidak dapat menghantarkan listrik, melalui percobaan berikut.
    Gambar 1. Percobaan daya hantar listrik suatu benda
    Setelah diamati percobaan seperti di atas, kita dapat membedakan benda yang dapat menghantarkan listrik dengan lampu menyala. Sedangkan benda yang tidak menghantarkan listrik lampunya padam. Ternyata paku dapat menghantarkan listrik sedangkan plastik tidak menghantarkan listrik.
    Bagaimanakah seandainya rangkaian uji elektrolit pada percobaan di atas, dapatkah kita gunakan untuk uji coba berbagai larutan.
    Marilah kita lakukan percobaannya sesuai petunjuk percobaan berikut:
    a. Alat dan bahan yang harus disediakan
    Tabel 1. Alat dan bahan
    Alat dan bahan
    Ukuran/satuan
    Jumlah
    Gelas kimia
    Alat penguji elektrolit
    Baterai 1
    Air suling
    Larutan HCl
    Larutan asam cuka (CH3COOH)
    Larutan NaOH
    Larutan ammonia (NH3)
    Larutan gula
    Larutan NaCl (garam dapur)
    Etanol (alcohol)
    Air ledeng
    Air sumur
    100 ml

    9 volt

    1 M
    1 M
    1 M
    1 M

    1 M
    70%

    10
    1 set
    1
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL
    50 mL

    b. Cara Kerja
    1.Rangkaian alat penguji elektrolit seperti gambar 2 di bawah ini.
    Gambar 2. Pengisi elektrolit
                                  1. batu baterai
    2. kabel penghubung
    3. bola lampu
    4. elektroda karbon
    5. elektroda karbon
    6. larutan yang diuji
    7. gelas kimia
    2.3.Masukkan kira-kira 50 ml air kran ke dalam gelas kimia dan uji daya hantar listriknya. Catat apakah lampu menyala atau timbul pada elektroda.
    Bersihkan elektroda dengan air dan keringkan, kemudian dengan cara yangs ama uji daya hantar listrik larutan di bawah ini. Catatlah di tabel 2 pengamatan.
    Tabel 2. Pengamatan
    Bahan yang Diuji
    Rumus zat Terlarut
    Lampu Menyala/
    Lampu Tidak Menyala
    Pengamatan Lain
    Air suling
    Air ledeng
    Air sumur
    Larutan HCl
    Asam cuka
    Larutan NaOH
    Larutan amonia
    Larutan gula
    Larutan NaCl
    Alkohol



    HCl
    CH3COOH
    NaOH
    NH3
    C12H22O11
    NaCl
    C2H5OH
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..
    …..

    c. Setelah melakukan percobaan
    Cobalah Anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dan jangan lupa berdiskusi dengan teman-temanmu ini.
    1. Cobalah amati dengan seksama, apa yang terjadi pada lampu dan batang    elektroda, adakah perubahan?
    2. Diantara bahan yang diuji, zat manakah yang dapat menghantarkan arus listrik dan yang tidak dapat menghantarkan listrik.
    3. Buatlah definisi tentang larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
    4. Diantara larutan elektrolit di atas, manakah zat terlarutnya yang tergolong:
    •  (a) ikatan ion
    • (b) ikatan kovalen
    Cobalah Anda bandingkan dengan jawaban di bawah ini.
    1. Pada saat melakukan percobaan dapat diamati yang terjadi pada lampu dan elektroda (batang karbon). Pada lampu ada yang menyala terang, redup dan tidak menyala. Sedangkan pada batang karbon terdapat gelembung gas dan ada pula yang tidak ada gelembungnya.
    2. Zat-zat yang dapat menghantarkan listrik adalah HCl, CH3COOH, NaOH, NH4OH dan NaCl. Sedangkan yang tidak menghantarkan listrik : C12H22O11 dan C2H5OH.
    3. Dari hasil pengamatan, larutan-larutan yang dapat memberikan nyala pada lampu, baik terang, redup ataupun tidak menyala, tetapi ada gelembung gas disebut larutan elektrolit. Sedangkan sebaliknya disebut larutan non elektrolit jika tidak terdapat nyala lampu ataupun gelembung gas pada elektrodanya
    Pada saat Anda melakukan percobaan ternyata didapatkan larutan yang memberikan nyala terang, redup dan bahkan tidak menyala, ataupun pada elektrodanya, ada yang bergelembung gas ada pula yang tidak.
    Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan?
    Mengapa suatu larutan dapat menghantarkan listrik sementara yang lainnya tidak?
    Untuk dapat memahami keanekaragaman larutan ditinjau dari daya hantar listriknya, cobalah Anda pelajari dan pahami uraian materi berikutnya.
    Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
    Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
    Larutan ini dibedakan atas :
    1. ELEKTROLIT KUAT
    Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik   yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1).
    Yang tergolong elektrolit kuat adalah:
    • Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
    • Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
    • Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
    2. ELEKTROLIT LEMAH
    Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1.
    Yang tergolong elektrolit lemah:
    a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain
    b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain
    c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain
    Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion).
    Tergolong ke dalam jenis ini misalnya:
    - Larutan urea
    - Larutan sukrosa
    - Larutan glukosa
    - Larutan alkohol dan lain-lain campuran homogen dua macam komponen atau lebih dengan bermacam-macam konsentrasi. Berdasarkan sifat daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan menjadi larutan yang dapat menghantarkan listrik (elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik (non elektrolit).
    Untuk mengetahui sifat daya hantar listrik zat yang larut dalam air dapat dilakukan Uji Praktikum Eletrolit Dan Non Elektrolit dengan menggunakan alat uji elektrolit (Gambar 4.1). Jika alat itu dicobakan pada air murni ternyata lampu pada alat uji tidak menyala. Hal ini menunjukkan bahwa air murni tidak menghantarkan listrik. Tetapi jika kedalam air murni dilarutkan garam dapur (NaCl) larutan yang terbentuk dapat meng-hantarkan listrik dengan baik. Untuk me- ngetahui sifat daya hantar listrik larutan ujilah daya hantar listrik larutan-larutan 1,0M sebanyak 100 mL yang terdapat pada tabel di bawah ini.
    No
    Bahan
    Rumus SenyawaPengamatan nyala lampuPengamatan lain
    MenyalaTidak menyala
    1.Hidogen kloridaHCl
    2.AmoniakNH3
    3.Asam sulfatH2SO4
    4.Garam DapurNaCl
    5.Air kapurCa(OH)2
    6.Natrium HidroksidaNaOH
    7.Gula pasirC12H22O11
    8.Alkohol 70%C2H5OH
    9.Asam CukaCH3COOH
    10.AsetonCH3COCH3
    Berdasarkan hasil pengamatan anda di atas kelompokkan larutan tersebut kedalam kelompok larutan elektrolit dan non elektrolit.
    NoBahanRumusElektrolitNon Elektrolit
    1.Hidogen kloridaHCl
    2.AmoniakNH3
    3.Asam sulfatH2SO4
    4.Garam DapurNaCl
    5.Air kapurCa(OH)2
    6.Natrium HidroksidaNaOH
    7.Gula pasirC12H22O11
    8.Alkohol 70%C2H5OH
    9.Asam CukaCH3COOH
    10.AsetonCH3COCH3
    Pertanyaan :
    1. Mengapa larutan ada yang bersifat menghartar listrik (bersifat elektrolit) dan ada yang bersifat tidak menghantar listrik (non elektrolit)?
    ………………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………………
    1. Diantara larutan elektrolit itu, larutan manakah yang mengandung zat terlarut tergolong senyawa ion dan senyawa kovalen?
    a.   Senyawa ion              : …………………………………………………….…………..
    1. Senyawa kovalen       : …………………………………………………….…………..
    2. Senyawa kovalen tertentu jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion-ion. Manakah dari senyawa kovalen yang diuji dapat menghasilkan ion-ion dan tidak menghasilkan ion-ion jika dilarutkan dalam air?
    Senyawa kovalen yang menghasilkan ion-ion:
    ………………………………………………………………………………………………
    Senyawa kovalen yang tidak menghasilkan ion-ion:
    ………………………………………………………………………………………………
    1. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada konsentrasi yang sama nyala lampu pada larutan elektrolit tidak sama, mengapa demikian?
    ………………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………………
    1. Berdasarkan data pengamatan, kelompokkan larutan yang tergolong elektrolit kuat dan elektrolit lemah, Jelaskan!
    Elektrolit kuat :
    ………………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………………
    Elektrolit lemah :
    ………………………………………………………………………………………………
    ………………………………………………………………………………………………
    Berdasarkan data percobaan diatas ternyata setelah larutan diuji dengan alat uji elektrolit lampu ada yang tidak menyala, menyala redup dan menyala terang. Jadi ada larutan yang bersifat tidak menghantarkan listrik, menghantarkan listrik tapi kurang baik, dan menghantarkan listrik dengan baik. Menyala atau tidaknya lampu memberi gambaran kepada kita ada tidaknya ion-ion yang terdapat dalam larutan.
    Dalam larutan non elektrolit zat terlarut tidak mengalami ionisasi sehingga di dalam larutan tidak terdapat ion dan larutan tidak menghantarkan listrik. Sedangkan dalam larutan elektrolit zat terlarut mengalami ionisasi sehingga di dalam larutan terdapat ion-ion yang dapat menghantarkan listrik. Tentu saja kekuatan daya hantar listrik larutan berbanding lurus dengan jumlah ion-ion yang terdapat di dalamnya.
    Larutan yang daya hantar listriknya lemah (elektrolit lemah) menunjukkan bahwa jumlah ion-ion di dalam larutan sedikit, sedangkan larutan yang daya hantar listriknya kuat (elektrolit kuat) menunjukkan bahwa di dalam larutan terdapat banyak ion-ionnya. Peristiwa penguraian partikel zat terlarut menjadi ion-ionnya disebut ionisasi. Ion-ion dalam larutan elektrolit dapat dihasilkan dengan dua cara:
    1. Zat terlarut memang senyawa ion, misalnya NaCl. Kristal NaCl tertdiri atas ion-ion Na+ dan ion-ion Cl-. Jika kristal NaCl itu dilarutkan dalam air, maka ikatan antara ion positif dan ion negatif terputus dan ion-ion itu akan tersebar dan bergerak bebas di dalam larutan.
    NaCl (s)  + air                   Na+(aq)  + Cl-(aq)
    1. Zat terlarut bukan senyawa ion, tetapi jika dilarutkan dalam air, zat itu menghasilkan ion-ion, misalnya HCl, CH3COOH dan NH3.
    HCl(g)  +  air                  H+(aq)  +  Cl-(aq)
    CH3COOH   +  air                    CH3COO-(aq) +  H+(aq)
    NH3(g) + air                 NH4+(aq)  + OH-(aq)
    NH3 cair dan CH3COOH cair tidak dapat menghantarkan listrik, karena tidak terionisasi tetapi tetap dalam bentuk molekul-molekulnya. HCl juga larut dalam benzena, tetapi larutannya tidak dapat menghantarkan listrik. Berarti dalam benzena HCl tetap sebagai molekul.

    Kamis, 29 Agustus 2013

    Fisika Dasar Kelas 7 : Teori Partikel Zat

    eori partikel zat yang akan dibahas di sini adalah sifat, susunan dan perubahan partikel-partikel zat yang ada di sekita lingkungan kehidupan kita.

    Teori Partikel Zat

    Molekul adalah bagian terkecil suatu zat yang masih memiliki sifat zat itu. Atom adalah partikel yang sangat kecil penyusun suatu benda. Zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat  kecil. Partikel-partikel itu yang dinamakan molekul. Mengapa zat mempunyai bentuk tetap? Mengapa zat cair mempunyai bentuk yang berubah-ubah sesuai dengan wadahnya? Bagaimana bentuk zat gas? Untuk lebih jelasnya ikuti penjelasan berikut ini.
    1. Partikel Zat dapat Bergerak
    Apa Anda pernah menggunakan minyak wangi? Ternyata saat minyak wangi belum disemprotkan kamu tidak akan mencium aroma minyak wangi itu. Tetapi setelah disemprotkan kamu dapat mencium aroma minyak wangi itu. Hal ini membuktikan sekaligus menunjukkan bahwa zat gas memiliki jarak antarpartikel lebih jauh dan bergerak bebas. Bagaimana jarak antarpartikel untuk zat padat dan zat cair? Simak penjelasan berikut!
    2. Susunan dan Gerak Partikel Pada Berbagai Wujud Zat
    a. zat padat
    Partikel zat padat

    Teori Partikel Zat

    Zat padat memiliki susunan partikel dengan pola teratur
    Zat padat mempunyai sifat bentuk dan volumenya tetap. Bentuknya tetap dikarenakan partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan, tersusun teratur dan mempunyai gaya tarik antar partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukannya saja.
    b. zat cair
    Partikel Zat Cair
    Zat cair memiliki gaya bekerja lebih kecil daripada zat padat
    Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.

    c. zat gas
    Partikel Zat Gas
    Partikel-partikel zat gas bergerak bebas
    Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya  berubah-ubah dikarenakan partikelpartikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.
    3. Menjelaskan Perubahan Wujud Zat Berdasarkan Teori Partikel
    Saat zat padat dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat padat bergerak lebih cepat dan gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari padat menjadi cair. Bila zat cair dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat cair bergerak cepat dan gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari cair menjadi gas. Bagaimana dengan zat gas? Coba kamu cari jawabannya! Perubahan wujud zat terjadi akibat perubahan gerak partikel.

    Fisika Dasar Kelas 7 : Pengertian Senyawa

    Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia.

    Senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misal, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O). Hidrogen adalah gas yang sangat ringan dan mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah gas yang terdapat di udara yang sangat diperlukan tubuh kita untuk pembakaran. Tampak jelas bahwa sifat air berbeda dengan sifat hidrogen dan oksigen. Contoh lain senyawa adalah garam dapur (NaCl). Garam dapur disusun oleh unsur natrium dan unsur klor. Natrium memiliki sifat logam yang ringan, sedangkan klor adalah suatu gas beracun. Dua unsur tersebut digabung membentuk garam dapur berupa mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Senyawa termasuk zat tunggal yang tersusun dari beberapa unsur dengan perbandingan massa tetap. Di alam ini terdapat kurang lebih 10 juta senyawa. Air (H2O) merupakan senyawa paling banyak terdapat di alam. Bagaimanakah tata cara penulisan senyawa? Senyawa dituliskan dalam wujud rumus kimia. Rumus kimia adalah zat yang terdiri dari kumpulan lambang-lambang unsur dengan komposisi tertentu. Komposisi tersebut berupa bilangan yang menyatakan jumlah atom penyusunnya (angka indeks). Misal, suatu senyawa terdiri dari atom unsur natrium (Na) dan atom unsur klor (Cl). Jika angka indeks masing-masing atom unsur adalah 1 dan 1, maka rumus kimia senyawa yang dibentuk sebagai berikut :

    Angka indeks Na = 1, angka indeks Cl = 1, Jadi rumus kimia senyawa tersebut adalah NaCl ( Natrium klorida ). 
    Rumus kimia dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris. Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jenis dan jumlah atom
    yang menyusun zat. Misal, C2H4  (Etena), H2O (air). Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil jumlah atom–atom pembentuk senyawa. Misal, rumus kimia C2H4, maka rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2 . Joseph Lonis Proust (1754~1826) seorang ilmuwan dari Perancis mengemukakan hukum perbandingan tetap atau sering dikenal dengan 

    hukum Proust, yaitu : perbandingan berat unsur-unsur penyusun senyawa adalah tetap.
    Eksperimen yang dilakukan Proust adalah reaksi antara unsur hidrogen dan oksigen sehingga terbentuk air (H2O). Dari percobaan yang dilakukan oleh Proust ditarik kesimpulan bahwa:
    1. Air tersusun dari oksigen dan hidrogen dengan perbandingan massa unsur oksigen banding hidrogen adalah 8 : 1 
    2. Jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap. Jika perbandingan antara oksigen dengan hidrogen tidak 8 : 1, maka dalam reaksi terdapat unsur yang tersisa (oksigen ataupun hidrogen).
    Hukum kekekalan massa menyatakan, bahwa massa zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi adalah tetap.