This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 Januari 2014

Fabel : Kuda Bodoh dan Anjing

Fabel : Kuda Bodoh dan Anjing

Dahulu anjing memang bersahabat dengan kuda. Mereka kemana saja selalu bersama, jika kuda sedang makan rumput di padang, anjing menunggu sambil tidur – tiduran di semak – semak. Jika anjing sedang makan, kuda bergolek sambil mengunyah – ngunyah rumput.

Meskipun begitu, anjing sering mempermainkan kuda. Kuda adalah binatang yang sabar. Ia senantiasa tersenyum.
Anjing : “Hai, kuda ! Aku mendengar manusia menuduh kawannya. Manusia itu mengatakan bahwa senyum kawannya itu seperti senyum kuda.”
Kuda tidak menjawab . Ia hanya tersenyum .
Anjing : “Apakah senyummu itu menarik atau menjijikan ?” Tanya anjing menggoda kuda .
Kuda : “Manusia memang ada-ada saja yang di cerita kan, anjing .pandai mencaci, tetapi ia sendiri tetap jahat.” Kata kuda, yang merasa dirinya juga tersinggung dengan ucapannya itu.

Kuda tidak tinggal diam kalau dipermainkan anjing.
Kuda : “Hai anjing ! aku juga sering mendengar manusia menuduh sesamanya. Katanya senyum manusia itu seperti anjing dibakar. Apa ya, kira-kira makudnya ?”
Anjing yang merasa terpukul lalu menjawab.
Anjing : “Ah, sama saja dengan katamu tadi bahwa manusia suka mencaci, menjelek-jelekkan orang lain. Padahal mereka sendiri lebih jelek. Bukankah mereka itu yang membunuh dan membakar anjing ? Senyum anjing dibakar adalah senyum penderitaan bukanlah senyum kegembiraan.”
Suatu ketika, anjing mengundang kuda agar datang ke rumahnya. Ia hendak mengadakan pesta, kuda datang tanpa curiga. Sambil membawa bingkisan dedak padi bercampur garam.
Ketika kuda tiba di rumah anjing, persiapan pesta telah siap. Kambing, kerbau, dan lembu juga hadir.”

Anjing : “Saudara-saudara, acara pesta akan kita mulai, saya harap saudara – saudara duduk dengan tertib.”
Kambing : “Mbek, ……. Sejak nenek moyangku belum pernah duduk, susah juga
nih !”
kuda : “Ieh,,,,saya juga belum pernah duduk, tapi kita harus menghormati tuan rumah.”
Lembu : “Uh…..betul – betul terlalu, masak kita disuruh duduk ! apakah anjing tidak tahu bahwa kita tidak dapat duduk ?” lembu jantan itu merasa dipermainkan lalu berputar – pitar di ruangan itu.
Kerbau : “Uak…! Saya jadi serba salah mana mungkin saya dapat duduk seperti anjing !”

Anjing sejak tadi di dapur menyediakan makanan, mendengar keluhan tamunya. Ia tertawa dalam hati.
Anjing : “Tahu rasa kalian !” kemudian Ia menuju ke ruang tamu.
Anjing : “Silakan duduk dengan enak, saudara – saudara ! Mengapa kelihatan gelisah ? apa ruang tamu ini kurang serasi ?”

Tamu – tamu itu terdiam. Mereka mencoba duduk. Tapi repot juga tampaknya. Kambing duduk dengan kaki belakang teranjur kemuka. Kaki depan ditopangnya. Punggungnya terasa pegal, mau patah. Kuda juga begitu. Kerbau berkali – kali terguling karena kaki depannya sulit menopang perutnya yang besar, lembu melenguh – lenguh menahan napasnya yang terasa sesak.
Akhirnya tamu – tamu itu memberontak dan marah – marah. Apalagi ketika mereka mendengar anjing tertawa terbahak – bahak di dapur.

Kuda : “Kurang ajar, kau ! Berani mempermainkan kami !” bentak kuda sambil menyepak anjing dengan kaki belakangnya. Hadirin beramai – ramai hendak menghajar anjing. Akan tetapi, anjing dapat melarikan diri.
Dengan terpincang – pincang, anjing lari terbirit – birit meninggalkan tamunya. Rumah anjing itu diobrak – abrik hingga berantakan. Sejak saat itu persahabatan mereka menjadi retak. Itulah sebabnya, anjing selalu menggonggong jika bertemu dengan kuda, kambing, lembu, atau kerbau.

Kamis, 23 Januari 2014

Fabel : Kelelawar Pencuri Dan Ayam

Kelelawar Pencuri Dan Ayam


Siang itu ayam sedang bermain, tiba-tiba datang seekor kelelawar yang sedang berterbangan kesana kemari tanpa tujuan.
Ayam : “Hei!, lawar mau kemana kamu?”
Kelelawar : (masih terbang dan tiba-tiba ia menabrak sebuah pohon)
Kelelawar : (terjatuh) “Aduh sakit.”
Ayam : (tertawa) “ngapa, sakit ya?”
Kelelawar : “Eh kamu yam, ada apa?”
Ayam : “Tidak. War kamu kok bisa menabrak pohon?”
Kelelawar : (menceritakan kelemahannya) “Yam, aku buta pada siang hari.”
Ayam : “Oh begitu, tapi kok kamu terbang siang-siang?”
Kelelawar : “Saya mau cari makan yam.”
Ayam : “Oh, makan tempat saya banyak war, ayo kerumahku.”

Dan akhirnya kelelawar pun terbang ke rumah si ayam.
Ayam : “Hati-hati war.”
Kemudian ayam pun pulang dan siang telah berganti malam. Pada malam itu si kelelawar mendatangi ayam.
Kelelawar : “Ayam, ayam.”
Ayam : “Siapa itu?”
Kelelawar : “Saya, lawar.”
Ayam : “Kamu dimana?”
Kelelawar : “Di depanmu.”
Ayam : “Aku tak bisa melihat.”
Kelelawar : (berpikir kalau ayam kan tidak bisa melihat pada malam hari)
Kelelawar : “Eh, iya yam saya mau minta makananmu.”
Ayam : (menunjukkan tempatnya) “Kau ambil sendiri disitu tapi jangan banyak-banyak.”
Kelelawar : (tertawa) “Oke.” (karena melihat makanan yang begitu banyak si kelelawar pun mengambil semuanya)
Kelelawar : “Terima kasih yam.” (lawar pun terbang)
Ayam : “Sama-sama.”

Keesokan harinya ayam ingin makan.
Ayam : (kaget) “Wah sialan lawar, makananku diambil semua.”
Ayam pergi mendatangi rumah si kelelawar.
Ayam : “Sialan kamu lawar, kamu habiskan makananku semua.”
Kelelawar : “Habis enak sih.”
Ayam : “Sebagai gantinya kumakan kau.”
Kelelawar : (terbang)
Ayam : “Hei, jangan lari awas ya.”

Dan sampai sekarang bila ayam bertemu kelelawar pasti akan dikejarnya.

Selasa, 21 Januari 2014

Ku Ingin Selami Jurnalitik

Kata Jurnalisti yang sering kudengar di media baik TV maupu radio ataupun yang kubaca pada media cetak sangat menggugah hatiku dan kuingin sekali aku menyelami dunia jurnalistik, karena menrutku para jurnlis orang yang cerdas dan pandai dalam menyususn bahasa , sehingga kadang sangat menawan bagiku ketika mereka sedang berbicara dan menulis.

Kepandaian jurnalis akan bisa membuat suatu keadaan berubah tergantung mengolah data dan kepandaian menyampaikan suatu berita.Jurnalistik memang tidak memberikan banyak wawasan kepada saya, tapi disana saya diajarkan “how to”. Bagaimana cara berbicara, bagaimana cara bertemu orang, bagaimana cara berkomunikasi, bagaimana cara masuk ke lembaga, dan lain-lain. pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika wawancara dengan siswa-siswi berprestasi, Guru, Kepala sekolah hingga Wali Kota. Disana saya banyak belajar itu.

Saya menginginkan sekolah mengadakan ekstra kurikuler Jurnalistik bagi sisiwa SMPN 1 Wangon, sehingga teman-teman khususnya bisa menguasai dunia jurnalistik, saya yakin bila Kepala Sekolah dan Dewan guru mau mengadakan pelatihan dan menyelenggarakan jurnalitik akan laris manis.

Dalam jurnalistik akan sejalan dengan semangat muda yang bergelora tapi mungkin biasanya akan bertentangan dengan para orang tua dan guru yang tidak terbiasa dan ketakutan dengan kebebasan berbicara, sehingga kebablasan, saya yakin tidak bila diarahkan dengan baik.

Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku

sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga

sahabat
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku

sahabat
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku

selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………

karya :zhulva

Derai Hujan Tak Lerai

DERAI HUJAN TAK LERAI

derai hujan,

tubuhmu kuyup, sayup mata, isyaratkan keraguan
"kemana pergi? kemana pergi?"
hanya kabut dan putih buih hujan,
menyapa pandangan
"kakiku goyah, lemah, gamang melangkah"
begitu samar pandangku

jalanan basah, becek dan berlumpur
tak ada arah dituju,
langit begitu kelabu
derai hujan tak lerai;

Cilegon, 28 Juli 1998




Buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai Karya Nanang Suryadi 

Drama Cinder laila

Drama Cinder laila



Moderator :(Pada suatu hari ketika Laila sedang menyapu halaman datanglah ibu dan kakak tirinya. Mereka marah-marah kepada Laila).
Mami Tiri : “Laila ….. dasar anak malas, gak’ tau kerja. Dari tadi nyapu terus. Bodoh banget sih !”(sambil memukul kepala Laila)
Kakak tiri : “ Iya nich ma, hukum aja anak malas ini.”
Laila : (diam saja)

Kemudian datang Mr. Em bermaksud memberikan undangan kepada keluarga Laila.
Ibu tiri : “(Ha….) ada Mr. Em jangan-jangan mau ngasih kita uang.”
Kakak tiri : “Iya ma, tapi emangnya kita orang miskin kalau si gembel ini sih emang miskin (Laila) ini sih emang miskin.”

(mereka berdua udah kegirangan padahal…… )
Mr. Em : “Met pagi, nyonya dan nona ?”
Mami tiri : “Met pagi juga, mau ngasih uang ya …….. .”
Mr. Em : “Duit apaan, maksud saya kesini mau ngasih undangan ini ke nyonya. Nanti malam ada pesta di kerajaan, datang yach …. Permisi.”
(langsung pulang).
Kakak tiri : “Apa lu, minta ongkos taxi ! gak ada, lu kan banyak duit pergi sana.”
Mami tiri : “Ya udahlah yang penting nanti malam ada pesta kan.”
Kakak tiri : “Eh, Laila ngapain lu senyum-senyum sendiri, oh….pasti mau ikut pesta ya, ngaca dong lu itu siapa, dasar gembel !

(menolak Laila dengan kerasnya sampai terjatuh)
Mami tiri : “Iya, awas ya kamu kalau berani datang.”
Kakak tiri : “Ayo ma, kitas siap-siap buat nanti malam kasian deh elo.”
(mengejek Laila)

(Laila sedih, padahal dia ingin sekali ikut ke pesta itu (masuk lagu kisah sedih di hari minggu))
Lalu dengan tiba-tiba Britney Spears datang dan kawan-kawan nya (masuk lagu crazy)
Britn. Spears: “Hai, Laila kenapa kok sedih sih ?”
Laila : “Aku gak’ boleh datang ke pesta nanti malam.”
Britn. Spears: “Kok gak’ boleh sih !”
Laila : “Aku kan gak’ selevel dengan mereka.”
Britney Spears: “Oke deh kamu jangan sedih lagi ya.”
Teman-teman …………

(kemudian tim dance datang dan Laila merasa terhibur)
Britney Spears: “Gimana udah ga’ sedih lagi kan!”
Laila : “Iya tapi tetap aja aku gak boleh datang.”
Trus aku harus gimana dong ?
Britney Spears : “Aha ….(lalu berbisik) teman-teman main jelangkung yuk !”

(terus Britney Spears dan kawan-kawan main jelangkung tujuannya buat manggil ibu peri supaya ngubah Laila jadi gadis cantik)
Britney S. dkk: “Ibu peri datang tak dijemput pulang tak diantar.”
(membaca mantra sambil mengelilingi boneka jelangkung)

(tak lama kemudian)
Ibu peri : “hai, semua ada apa sih panggil-panggil ibu peri.”
Britney S. dkk: “hai, juga. Bu peri ubah Laila menjadi Miss Universe ya.”
(berbisik ditelinga ibu peri)
Ibu peri : “Beres deh, …… sim salabim.”

(laila yang dikelilingi oleh Britney Spears dkk lalu berubah jadi cantik sekali hatinya senang banget karna dia bisa datang sebagai orang terhormat)
Laila : “Makasih ya bu peri karna sudah rubah aku jadi cantik begini.”
Ibu peri : “Oh….sama-sama sekarang ibu peri pergi dulu ya, da…..”

(tibalah di pesta, para tamu semakin ramai oleh tarian daerah. Tak lama laila pun datang dengan wajah yang meyakinkan banget. Dan si pangeran …)
Pangeran : “Wah……siapa tuh cantik banget.”
(bicara kepada pengawal)

(tapi tiba-tiba aja nich…..)
Ibu & kakak tiri: “Met malam pangeran.”

(melihat ibu dan kakak tirinya Laila langsung kabur namun ia kesandung dan sendalnya lepas satu)
Setelah pestanya usai pangeran merasa kecewa bercampur penasaran kepada pujaan hatinya yang sudah kabur entah kemana.

Pangeran : “Sendal siapa nich, apa sendal ini milik putri cantik yang aku taksir ya. Ah ….ga’ salah lagi pasti sendal ini miliknya.” Pengawal-pengawal ……….
Pengawal : “Iya pangeran ada apa ?”
Pangeran : “Adakan sayembara untuk menemukan siapa pemilik tatsing ini karena akan aku jadikan permaisuriku.”

(sayembara pun dilakukan ke seluruh dunia tapi ga’ satu pun wanita yang pas memakai sendal tatsing ukuran 40 itu (masuk lagu “pilihlah aku”) pangeran hampir putus asa karena tidak menemukan pujaan hatinya. Sementara Laila sedih karena tatsingnya hilang kemudian ia mendengar ada sayembara dan langsung ikut. Namun tiba-tiba …. )
Pengawal : “Pangeran, gimana sekarang ? sudah 3 hari kita adakan sayembara tapi nihil hasilnya.”
Laila : “Hai, pengawal aku mau ikut ….”

(belum selesai bicara Laila kaget dan …..)
Laila : “ya ampun … ini kan sendalku. Kalian nyuri dimana. Gak’ nyangka pangeran kaya-kaya tapi PBB juga.”
Pangeran : “Jadi ……sendal ini milik kamu ya, aku gak’ nyuri tetapi sendal ini aku temukan setelah pesta usai di istanaku.” (memasangkan sendal itu ke kaki Laila)
laila : “Oh……maaf kan aku pangeran.”

(Laila malu udah menuduh pangeran sebagai pencuri sendal rasanya ia mau cepat-cepat pulang)
Pangeran : “Maaf, kamu mau kemana.
(menarik tangan Laila)
“Boleh gak’ kamu sebutkan namamu…..”
Laila : “Namaku Laila.”
(dengan malu-malu)
Pangeran : “laila sebenarnya (masuk lagu “jap” dan “Oh my darling”)

(masuk lagu shaden)
(setelah pangeran nembak laila dan dia diterima kemudian mereka berdua dansa (masuk lagu britney “everytime” ) tapi tiba-tiba aja Robin Hood datang untuk merebut Laila dari tangan pangeran)
Robin Hood : datang (masuk lagu pemuja rahasia) dan menarik tangan Laila dari pangeran (masuk lagu pupus).
Pangeran : “Hei…….siapa lo main rebut pacar orang !”
Robin Hood : (masuk lagu cemburu) dan berkata “lu mau tau siapa aku.”
(masuk lagu “arjuna mencari cinta”)
Pangeran : “kembalikan Laila, diakan pacar gue.”
Robin Hood: “Kalo lu mau jadi pacar dia bertarunglah denganku.”
Pangeran : “Boleh tapi ………”(masuk lagu topeng)

(pertarungan semakin hebat (masuk lagu emanescense) dan mencapai puncaknya akhirnya Robin pun kalah dan ……)
Laila : “Robin…….jangan mati…….”
(sambil menangis)
Robin Hood : (masuk lagu naïf)
Laila : “He….robin ……..pangeran jahat….. pangeran udah bunuh robin….”
Pangeran : (masuk lagu ada apa denganmu)

(laila sedih karena kehilangan sahabatnya kemudia datang para ghost untuk menjemput Robin) (masuk lagu virus).
(laila pingsan karena ga’ sanggup melihat para ghost menjemput sahabatnya / Robin. Pangeran bingung harus berbuat apa, ia lalu mengambil tindakan).
Pangeran : “Laila……. bangun dong aduh gimana nih ! aku kissing aja deh.”
(Waktu mau kissing …….)
Laila : “Mau ngapain sih.”
(menolak muka pangeran)
Pangeran : “Sorri, aku Cuma mau membangunkanmu.”
Laila : “Enak aja emangnya aku snow white / aku kan cinder Laila gitu lho. Asal pangeran tau ya mulut pangeran itu bau ………banget.” (masuk lagu “bau”)
Pangeran : “Ya udah nanti aku gosok gigiku yang penting sekarang semuanya sudah bereskan.”

(setelah lama pacaran kemudian pangeran dan cinder laila menikah dan hidup bahagia dengan mami dan kakak tirinya. Di dalam pernikahannya pangeran mengundang anak-anak Cheer’s dari OCSG yang memang udah ngetop ke seluruh dunia).

Bukan Singa Biasa Tapi Singa Bodoh

Fabel : Bukan Singa Biasa Tapi Singa Bodoh


Di tengah-tengah hutan, hiduplah beratus-ratus kelinci. Mereka dengan bebas mencari makanan, bersenda gurau, berlari-lari, dan tidur. Namun, mereka harus selalu waspada karena bahaya mengancam setiap saat. Ada dua ekor singa, singa jantan dan singa betina, yang menjadi musuh mereka. Setiap hari ada saja puluhan kelinci yang diterkam dan dimakan oleh kedua singa itu. Walaupun demikian, kelinci-kelinci itu tidak berkurang karena hampir setiap hari ada saja kelinci yang berkembang biak.
“Kamu tadi pagi makan kelinci berapa ?” Tanya singa jantan kepada singa betina pada suatu hari.
“Hanya tiga ekor. Makanya, sekarang aku sudah lapar,” jawab singa betina.
“Jangan khawatir ! mari kita segera berburu kelinci,” sambungnya. “Mengapa, ya ?” tanyanya lagi.
“Betul. Biasanya kelinci-kelinci itu selalu disekitar kita. Sekarang, kita harus mengejar mereka,” jawab singa betina.
“Apa mungkin ada singa lain selain kita yang ikut berburu kelinci ?” Tanya singa jantan. Apa mungkin kelinci itu berkurang karena setiap hari kita makan ?
“Rasanya tidak ada singa lain selain kita. Sudah bertahun-tahun kita makan kelinci, tetapi kelincinya juga tidak pernah habis,” kata singa betina. “Mungkin sekali karena ada pemburu yang juga memburu kelinci. Kemarin aku melihat ada dua orang membawa senjata menembak kelinci. Mereka membawa mobil.” Sambung singa betina.
“Mungkin juga,” kata singa jantan lirih.
Betul juga dugaan mereka. Ada dua orang pemburu yang memburu kelinci-kelinci itu untuk dijual ke kota. Daging kelinci yang lezat itu membuat permintaan akan daging kelinci semakin banyak. Hampir setiap hari dua orang pemburu itu memburu kelinci.
“Hai, sudah dapat berapa buruan kita ?” Tanya Daniel, salah satu pemburu itu.
“Sebentar aku hitung dahulu,” seru boby, pemburu yang satunya. “Delapan puluh ekor !” sambungnya lagi.
“Ayo, kita tinggal cari dua puluh ekor lagi kemudia pulang ! uang sudah di depan mata kita,” seru Daniel.
“Ha, ha, ha !” boby tertawa.
Mereka tidak menyadari bahwa gerak-gerik mereka diawasi oleh kedua singa itu. Kedua singa itu baru percaya bahwa para pemburu itulah yang menghabiskan kelinci itu.
“Ternyata apa yang kau katakan betul ! merekalah yang telah merebut makanan kita !” kata singa jantan kesal.
“Kita harus bagaimana ?” Tanya singa betina.
“Kita harus memberi pelajaran kepada mereka,” kata singa jantan marah. “Kalau tidak, kitalah yang akan kelaparan,” katanya lagi.
Kedua singa itu mengaum keras. Auman itu terdengar oleh kedua pemburu itu.
“Bob, apakah kamu kira kelinci bisa mengaum seperti itu ?” Tanya Daniel.
“Hus ! itu bukan suara kelinci. Kalau tidak salah, itu adalah …………singa !” Boby segera berlari ke mobil.
“Hei tunggu ! itu bukan singa, tapi…..” belum selesai kata. Katanya, Daniel melihat dua ekor singa telah berada di depannya. “Singa….!” Daniel berbalik dan lari sekencang-kencangnya. Kedua singa itu pun mengejarnya. Untunglah Daniel menemukan pohon yang tinggi. Dia panjat pohon itu tinggi-tinggi. Dari ketinggian, dia melihat kedua singa itu dibawah pohon. Dia pun melihat boby menyelamatkan diri dengan mobilnya, meninggalkan dirinya.
“Hei, boby ! tunggu….!” Teriak Daniel.
Kini, tinggallah Daniel, tinggal di atas pohon. Sementara itu, kedua singa itu menungguinya dengan setia.